Tampilkan postingan dengan label Seputar Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Desember 2013
Jumat, 15 Maret 2013
LAGA ATLET POPDA KECAMATAN KEMBANG, KABUPATEN JEPARA
ATLET POPDA KECAMATAN KEMBANG BERLAGA
JEPARA, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara menyelenggarakan seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Tingkat SD, kegiatan itu start pada tanggal 14 Maret 2013 dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga yang di lombakan, akan tetapi ada 1 cabang olahraga yang di mulai dulu tanggal 7 Maret 2013, dan 1 cabang yang di selenggarakan terakhir pada tanggl 16 Maret 2013.
Setiap Kecamatan berhak mengikuti macam - macam cabang yang di perlombakan dengan ketentuan altet yang ikut berpartisipasi kelahiran tahun per Januari 2001, dengan syarat administrsi raport,akte kelahiran dan surat keterangan aktif.
adapun itu Kecamatan Kembang mengikuti seluruh cabang olahraga yang di pertandingkan, dengan memperoleh 4 Emas, 4 Perak
berikut cuplikan dokumentsi Laga atlet Kecamatan Kembang
regard
Setiawan Soebardjo
Dinas
Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan
Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23 hing - See more
at:
http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA
ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai
tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23
hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja
koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di
Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA
ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai
tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23
hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja
koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di
Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA
ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai
tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23
hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja
koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di
Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
Jumat, 01 Maret 2013
PLTU yang Mencekam Menyimpan Keindahan
CEROBONG ASAP PANAS NAN INDAH
PLTU yang pertama kali beroperasi di Indonesia yaitu pada tahun 1962
dengan kapasitas 25 MW, suhu 500 derajat C, tekanan 65 Kg/cm2,
boiler masih menggunakan pipa biasa dan pendingin generator dilakukan
dengan udara. Kemajuan pada PLTU yang pertama adalah boiler sudah
dilengkapi pipa dinding dan pendingin generator dilakukan dengan
hidrogen, namun kapasitasnya masih 25 MW. Bila dayanya ditingkatkan dari
100 - 200 MW, maka boilernya harus dilengkapi super hiter, ekonomizer
dan tungku tekanan. Kemudian turbinnya bisa melakukan pemanasan ulang
dan arus ganda dan pendingin generatornya masih menggunakan hidrogen.
Hanya saja untuk kapasitas 200 MW uap yang dihasilkan mempunyai tekanan
131,5 Kg/cm2 dan suhu 540 derajat C dan bahan bakarnya masih menggunakan minyak bumi.
Ketika kapasitas PLTU sudah mencapai 400 MW maka bahan bakarnya sudah
tidak menggunakan minyak bumi lagi melainkan batu bara. Batu bara yang
dipakai secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu batu bara
berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. Bila batu bara yang
dipakai kualitasnya baik maka akan sedikit sekali menghasilkan unsur
berbahaya, sehingga tidak begitu mencemari lingkungan. Sedang bila batu
bara yang dipakai mutunya rendah maka akan banyak menghasilkan unsur
berbahaya seperti Sulfur, Nitrogen dan Sodium. Apalagi bila
pembakarannya tidak sempurna maka akan dihasilkan pula unsur beracun
seperti CO, akibatnya daya guna menjadi rendah.
PLTU batu bara di Indonesia yang pertama kali dibangun adalah di
Suryalaya pada tahun1984 dengan kapasitas terpasang 4 x 400 MW. Kemudian
PLTU Bukit Asam dengan kapasitas 2 x 65 MW pada tahun 1987. Dan pada
tahun 1993-an beroperasi pula PLTU Paiton 1 dan 2 masing-masing dengan
kapasitas 400 MW. Kemudian PLTU Suryalaya akan dikembangkan dari unit 5 -
7 dengan kapasitas 600 MW/unit. PLTU batu bara pada tahun 1994
kapasitasnya sudah mencapai 2.130 MW (16 persen dari total daya
terpasang). Pada tahun 2003 kapasitasnya diperkirakan sekitar 12.100 MW
(37 persen ), tahun 2008/09 mencapai 24.570 MW (48 persen ) dan pada
tahun 2020 sekitar 46.000 MW. Sementara itu pemakaian batu bara pada
tahun 1995 tercatat bahwa untuk menghasilkan energi listrik sebsar 17,3
Twh dibutuhkan batu bara sebanyak 7,5 juta ton. Dan pada tahun 2005
pemakaian batu bara diperkirakan mencapai 45,2 juta ton dengan energi
listrik yang dihasilkan mencapai 104 Twh.
Banyaknya pemakaian batu bara tentunya akan menentukan besarnya biaya
pembangunan PLTU. Harga batu bara itu sendiri ditentukan oleh nilai
panasnya (Kcal/Kg), artinya bila nilai panas tetap maka harga akan turun
1 persen pertahun. Sedang nilai panas ditentukan oleh kandungan zat
SOx yaitu suatu zat yang beracun, jadi pada pembangkit harus dilengkapi
alat penghisap SOx. Hal inilah yang menyebabkan biaya PLTU Batu bara
lebih tinggi sampai 20 persen dari pada PLTU minyak bumi. Bila batu
bara yang digunakan rendah kandungan SOx-nya maka pembangkit tidak perlu
dilengkapi oleh alat penghisap SOx dengan demikian harga PLTU batu bara
bisa lebih murah. Keunggulan pembankit ini adalah bahan bakarnya lebih
murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar
serta tersebar di seluruh Indonesia.
di jepara sendiri berdiri PLTU Tanjung Jati B yang sudah beroperasi kurang lebih 10th . .
banyak yang kena imbas pengusuran dengan uang milyaran,bantuan untuk sekolah, gagal panen dan macam sebagainya
didalam lokasinya yang panas terdapat keindahan didalamya di liat dari segi foto
banyak yang kena imbas pengusuran dengan uang milyaran,bantuan untuk sekolah, gagal panen dan macam sebagainya
didalam lokasinya yang panas terdapat keindahan didalamya di liat dari segi foto
Selasa, 05 Februari 2013
Boy Scout Kwartir Ranting Kembang, Jepara
Boy Scout Kwartir Ranting Kembang, Jepara
Event Pesta Siaga
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pada tanggal 5 februari boy scout kembang mengadakan lomba pesta siaga, yang di ikuti semua SD/MI se-Kecamatan Kembang, jenis lomba yang di perlombakan ada 15 taman/pos apa aja ya " waduh saya lupa saking banyaknya "
Langsung aja sapa2 yang menang ya
Langsung aja sapa2 yang menang ya
Udah capek Soalnya muter-muter Kayak gangsingan seharian
juara 1 putra SDN 3 BUCU Juara 1 Putri SD MIN CEPOGO
juara 1 putra SDN 3 BUCU Juara 1 Putri SD MIN CEPOGO
Juara 2 Putra SDN 1 BUCU Juara 2 Putri SDN 4 CEPOGO
Juara 3 Putra SDN 6 TUBANAN Juara 3 Putri SDN 1 BUCU
Juara 4 Putra SD MIN CEPOGO Juara 4 Putri SDN 3 KANCILAN
Juara 5 Putra SDN 1 CEPOGO Juara 5 Putri SDN 3 TUBANAN
Juara 6 putra SDN 2 TUBANAN Juara 6 Putri SDN 2 KANCILAN
Yuk kita liat Foto-foto kegiatanya,sapa tau wajah kalian nonggol
cekidot bray . . .
Masih banyak foto kegiatan yang laen,tapi ga sempat upload,lama nunggu uploadnya keburu ngantuk . . .
Senin, 04 Februari 2013
Pramuka Indonesia
Gerakan Pramuka di Indonesia
![]() |
| Murid SD Negeri 3 Balong |
Masa Hindia Belanda -
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham"
besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan
berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam
perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan
semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang
Bhinneka.
Organisasi kepanduan di
Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders
Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia
I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi
"Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepanduan
yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche Padvinders
Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VIIpada tahun 1916.
Kenyataan bahwa
kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di
atas dapat diperhatikan pada adanya "PadvinderMuhammadiyah" yang pada
1920 berganti nama menjadi "Hizbul Wathan" (HW); "Nationale Padvinderij"
yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat
Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat
Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale
Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond
(JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan
oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi
organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan
terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan
federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal
23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat
bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah
Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java
Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java
Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935
bermuncullah gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama
kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas kebangsaan
dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan
(POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan
Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernapas agama Pandu Ansor, Al
Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan IslamIndonesia (KII), Islamitische
Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas
Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk
menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan
Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini
mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama
kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan
Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23
Juli 1941 di Yogyakarta.
Masa Bala Tentara Dai Nippon
"Dai Nippon" ! Itulah
nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang
Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda
meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk
gerakan kepanduan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan
PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap
menyala di dada para anggotanya.Karena Pramuka merupakan suatu organisai
yang menjungjung tinggi nilai persatuan.Oleh karena itulah bangsa
jepang tidak mengijinkan Pramuka tetap lahir di bumi pertiwi.
Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah
proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan
berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan
Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan
satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan
segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud,
dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil
terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh
segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti",
lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan
yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan
Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit
dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada
peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di
halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam
dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai
patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya.
Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan
ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera
Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda
(KIM).
Masa perjuangan
bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian
juga bagi para anggota pergerakan kepanduan di Indonesia, kemudian
berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan
mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia
mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain
memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada
golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya
masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat
Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia
dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September
1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia
merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan
nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga
kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No.
2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepanduan menga-dakan
konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September
1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai
suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia
Ipindo merupakan
federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi
puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri
Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia).
Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady
Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari
Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore
Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus
1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah
pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar
dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup
kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini
meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi
setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan
ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan
Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K
mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik
"Penasionalan Kepanduan".
Kalau Jambore untuk
putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI
menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa
Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun
1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore
Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.
Sumber*Wikipedia
Program Periksa Test Pilihan Ganda
Program Periksa Test Pilihan Ganda 50 Soal dengan Powerpoint
Program periksa test untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jumlah soal kedua mata pelajaran tersebut biasanya 50 buah.
Link Download : Program Periksa test PG - 50 Soal
Langganan:
Postingan (Atom)




































