Tampilkan postingan dengan label Seputar Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

LAGA ATLET POPDA KECAMATAN KEMBANG, KABUPATEN JEPARA


ATLET POPDA KECAMATAN KEMBANG BERLAGA


JEPARA, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara menyelenggarakan seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Tingkat SD, kegiatan itu start pada tanggal 14 Maret 2013 dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga yang di lombakan, akan tetapi ada 1 cabang olahraga yang di mulai dulu tanggal 7 Maret 2013, dan 1 cabang yang di selenggarakan terakhir pada tanggl 16 Maret 2013.

Setiap Kecamatan berhak mengikuti macam - macam cabang yang di perlombakan dengan ketentuan altet yang ikut berpartisipasi kelahiran tahun per Januari 2001, dengan syarat administrsi raport,akte kelahiran dan surat keterangan aktif.

adapun itu Kecamatan Kembang mengikuti seluruh cabang olahraga yang di pertandingkan, dengan memperoleh 4 Emas, 4 Perak

berikut cuplikan dokumentsi Laga atlet Kecamatan Kembang

regard
Setiawan Soebardjo














Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23 hing - See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23 hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur  atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri  yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23 hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur  atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri  yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf
BANDA ACEH - Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh menetapkan Banda Aceh sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda keduabelas pada 23 hingga 29 Juni 2012. Penetapan itu dilakukan dalam rapat kerja koordinasi dengan kabupaten kota se-Aceh pada 16 April 2012 lalu, di Gedung Pemuda Aceh.
Selain itu, kata Muhammad Nanda Rahmana, Sekretaris Panitia Popda XII, disepakati beberapa hal seperti untuk cabang atletik, setiap atlet diperbolehkan mengikuti dua nomor.
"Setiap nomor yang dipertandingkan hanya bisa diikuti oleh masing-masing kabupaten dan kota maksimal dua orang," ujar Muhammad Nanda Rahmana, kepada The Atjeh Post, Senin 14 Mei 2012.
Selain itu, panitia juga menetapkan batas umur  atlet kelahiran tahun 1995 sampai dengan 1998.
"Kuota untuk kabupaten kota tidak berubah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam buku panduan Popda XII. Selain itu atlet volli putra-putri  yang tidak memiliki skill standar tidak akan diikutkan serta tidak bergantung dari hasil evaluasi tim Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah)," ujar Nanda.
Selain itu, kata Nanda, hasil rapat juga menentukan keabsahan atlet tidak dilihat dari tempat berdomisili.
Sejauh ini, kata dia, mengenai persiapan yang sudah dilakukan penyelenggara antara lain proses registrasi atau pengiriman data atlet yang akan dikirimkan oleh kabupaten dan kota yang ikut pertandingan.
Sampai hari ini, kata Nanda, peserta dari kabupaten kota yang sudah mengirimkan data atletnya baru sembilan daerah.
Popda kali akan mempertandingkan cabang olahraga seperti atletik, sepakbola, bola volli, basket, sepak takraw, pencak silat, bulu tangkis, tenis lapangan, dan tenis meja.
"Tiga cabang akan dipertandingkan di luar Stadion Harapan Bangsa Lhoong Raya Banda Aceh karena ada jadwal tempat yang beradu serta kurangnya fasilitas," ujarnya.
Tiga cabang olahraga tersebut ialah sepakbola yang akan dipertandingkan di Lapangan Jasdam Neusu, tenis lapangan di Lapangan BPD Lamgugop, serta tenis meja dan sepak takraw di GOR
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/05/14/9001/15/15/Banda-Aceh-Tuan-Rumah-Pekan-Olahraga-Pelajar-Daerah#sthash.IR3WtJeH.dpuf

Jumat, 01 Maret 2013

PLTU yang Mencekam Menyimpan Keindahan

  CEROBONG ASAP PANAS NAN INDAH



PLTU yang pertama kali beroperasi di Indonesia yaitu pada tahun 1962 dengan kapasitas 25 MW, suhu 500 derajat C, tekanan 65 Kg/cm2, boiler masih menggunakan pipa biasa dan pendingin generator dilakukan dengan udara. Kemajuan pada PLTU yang pertama adalah boiler sudah dilengkapi pipa dinding dan pendingin generator dilakukan dengan hidrogen, namun kapasitasnya masih 25 MW. Bila dayanya ditingkatkan dari 100 - 200 MW, maka boilernya harus dilengkapi super hiter, ekonomizer dan tungku tekanan. Kemudian turbinnya bisa melakukan pemanasan ulang dan arus ganda dan pendingin generatornya masih menggunakan hidrogen. Hanya saja untuk kapasitas 200 MW uap yang dihasilkan mempunyai tekanan 131,5 Kg/cm2 dan suhu 540 derajat C dan bahan bakarnya masih menggunakan minyak bumi.
Ketika kapasitas PLTU sudah mencapai 400 MW maka bahan bakarnya sudah tidak menggunakan minyak bumi lagi melainkan batu bara. Batu bara yang dipakai secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu batu bara berkualitas tinggi dan batu bara berkualitas rendah. Bila batu bara yang dipakai kualitasnya baik maka akan sedikit sekali menghasilkan unsur berbahaya, sehingga tidak begitu mencemari lingkungan. Sedang bila batu bara yang dipakai mutunya rendah maka akan banyak menghasilkan unsur berbahaya seperti Sulfur, Nitrogen dan Sodium. Apalagi bila pembakarannya tidak sempurna maka akan dihasilkan pula unsur beracun seperti CO, akibatnya daya guna menjadi rendah.
PLTU batu bara di Indonesia yang pertama kali dibangun adalah di Suryalaya pada tahun1984 dengan kapasitas terpasang 4 x 400 MW. Kemudian PLTU Bukit Asam dengan kapasitas 2 x 65 MW pada tahun 1987. Dan pada tahun 1993-an beroperasi pula PLTU Paiton 1 dan 2 masing-masing dengan kapasitas 400 MW. Kemudian PLTU Suryalaya akan dikembangkan dari unit 5 - 7 dengan kapasitas 600 MW/unit. PLTU batu bara pada tahun 1994 kapasitasnya sudah mencapai 2.130 MW (16 persen dari total daya terpasang). Pada tahun 2003 kapasitasnya diperkirakan sekitar 12.100 MW (37 persen ), tahun 2008/09 mencapai 24.570 MW (48 persen ) dan pada tahun 2020 sekitar 46.000 MW. Sementara itu pemakaian batu bara pada tahun 1995 tercatat bahwa untuk menghasilkan energi listrik sebsar 17,3 Twh dibutuhkan batu bara sebanyak 7,5 juta ton. Dan pada tahun 2005 pemakaian batu bara diperkirakan mencapai 45,2 juta ton dengan energi listrik yang dihasilkan mencapai 104 Twh.
Banyaknya pemakaian batu bara tentunya akan menentukan besarnya biaya pembangunan PLTU. Harga batu bara itu sendiri ditentukan oleh nilai panasnya (Kcal/Kg), artinya bila nilai panas tetap maka harga akan turun 1 persen pertahun. Sedang nilai panas ditentukan oleh kandungan zat SOx yaitu suatu zat yang beracun, jadi pada pembangkit harus dilengkapi alat penghisap SOx. Hal inilah yang menyebabkan biaya PLTU Batu bara lebih tinggi sampai 20 persen dari pada PLTU minyak bumi. Bila batu bara yang digunakan rendah kandungan SOx-nya maka pembangkit tidak perlu dilengkapi oleh alat penghisap SOx dengan demikian harga PLTU batu bara bisa lebih murah. Keunggulan pembankit ini adalah bahan bakarnya lebih murah harganya dari minyak dan cadangannya tersedia dalam jumlah besar serta tersebar di seluruh Indonesia. 

di jepara sendiri berdiri PLTU Tanjung Jati B yang sudah beroperasi kurang lebih 10th . .
banyak yang kena imbas pengusuran dengan uang milyaran,bantuan untuk sekolah, gagal panen dan macam sebagainya
didalam lokasinya yang panas terdapat keindahan didalamya di liat dari segi foto
yuk di liat sekelumit indahnya foto PLTU

Selasa, 05 Februari 2013

Boy Scout Kwartir Ranting Kembang, Jepara

Boy Scout Kwartir Ranting Kembang, Jepara
Event Pesta Siaga


Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.
"Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.
Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pada tanggal 5 februari boy scout kembang mengadakan lomba pesta siaga, yang di ikuti semua SD/MI se-Kecamatan Kembang, jenis lomba yang di perlombakan ada 15 taman/pos apa aja ya " waduh saya lupa saking banyaknya "
Langsung aja sapa2 yang menang ya
Udah capek Soalnya muter-muter Kayak gangsingan seharian
juara 1 putra SDN 3 BUCU              Juara 1 Putri SD MIN CEPOGO
Juara 2 Putra SDN 1 BUCU              Juara 2 Putri SDN 4 CEPOGO
Juara 3 Putra SDN 6 TUBANAN           Juara 3 Putri SDN 1 BUCU
Juara 4 Putra SD MIN CEPOGO           Juara 4 Putri SDN 3 KANCILAN
Juara 5 Putra SDN 1 CEPOGO            Juara 5 Putri SDN 3 TUBANAN
Juara 6 putra SDN 2 TUBANAN           Juara 6 Putri SDN 2 KANCILAN



Yuk kita liat Foto-foto kegiatanya,sapa tau wajah kalian nonggol
cekidot bray . . .

















 Masih banyak foto kegiatan yang laen,tapi ga sempat upload,lama nunggu uploadnya keburu ngantuk . . .

Senin, 04 Februari 2013

Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka di Indonesia 

Murid SD Negeri 3 Balong
Masa Hindia Belanda - Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai "saham" besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepanduan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandsche Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaansche Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VIIpada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "PadvinderMuhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hizbul Wathan" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.
Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernapas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan IslamIndonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
Masa Bala Tentara Dai Nippon
"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepanduan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya.Karena Pramuka merupakan suatu organisai yang menjungjung tinggi nilai persatuan.Oleh karena itulah bangsa jepang tidak mengijinkan Pramuka tetap lahir di bumi pertiwi.
Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.
Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).
Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepanduan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950.
Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.
Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepanduan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia
Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.
Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957.
Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan".
Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Nah, masa-masa kemudian adalah masa menjelang lahirnya Gerakan Pramuka.


Sumber*Wikipedia

Program Periksa Test Pilihan Ganda

Program Periksa Test Pilihan Ganda 50 Soal dengan Powerpoint 

 

Program periksa test untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jumlah soal kedua mata pelajaran tersebut biasanya 50 buah.

Link Download : Program Periksa test PG - 50 Soal